Senin, 07 November 2016

Momentum (cerpen)

Diposting oleh fafaririlala di 19.26 0 komentar

Well~ Hujan di pagi hari membuat tidurku bertambah nyenyak.
Tanpa sadar, jam di dinding kamarku menunjukkan pukul 6 pagi dan aku masih nyenyak dalam tidurku.
"kaaaaa! Kakaaaakkk!" terdengar Ibu memanggilku dari lantai dasar rumahku. Aku mendengarnya, tapi aku menghiraukannya.
"kak!!! Bukannya hari ini ada ospek di kampus? Udah jam berapa ini, kamu belum bangun" seru ibuku dari bawah.

Sontak saja aku langsung kaget melihat jam di dinding kamarku menunjukkan pukul 6.30, langsung saja aku bergegas untuk bersiap-siap.
"mati gue telat nih!!!! Aduh udahlah mandi sederhana aja" batinku berbicara. Haha yaaaaa aku memang agak sedikit ceroboh dalam hal ini, bangun yang akan telat jika tak pasang alarm di handphone. Mandi sederhana ala ku adalah cuci muka dan menggosok gigi.

Jam di dinding menunjukkan pukul 7.00, setelah memastikan semuanya siap. Aku langsung keluar kamar dan menuruni tangga.
"kak.. Sarapan duluuuuu" pinta ibuku.
"aduh bu aku udah telat, nanti aku makan di kampus aja.. Dah ibuuu" pamitku kepada ibuku.
Belum sempat aku menutup pintu mobilku, adikku berlari tepat ke arahku.
"kak Kiaaaaaa bareng doooong" pintanya memelas.
"aduuuhh deeek kakak udah telat niiihhhhh, cuma punya waktu setengah jam lagi, sementara kalau anter kamu itu kakak harus bolak balik, macet pula" cerocosku memperjelas dan ditambah "kamu bareng ayah aja yaaaahhh please sekali ini aja dek, kamu telat kan paling dimarahin guru dikiiit" jelasku.
"tapi aku ada pikeettt, ayah berangkat jam setengah 8 kaaaa..." belum selesai adikku memelas. Aku langsung tutup pintu dan menyalakan mobil.
"byeeeee heheheh maaf ya dek" potongku meledek.
"dasar peliiiittt!!!!!" teriak adikku.

"duh sial!! Dikit lagi padahal, pake macet segala" batinku menggerutu.
Aku Kia, usiaku 17 tahun dan baru saja lulus dari sekolahku dan melanjutkannya ke salah satu Universitas ternama di Depok.
Jam tanganku menunjukkan pukul 7.40 pagi "mati gueeeee!!! Telat beneran kan! Ini di mana sih gedung fakultas sastranya???" omelku di dalam mobil sambil mencari-cari. "perasaan kemarin ada di sebelah sini, kok gak ada yah?" lama aku menggerutu "Ah!! Ini diaaa akhirnyaaaa"
Pukul 8.00 pagi. Akhirnya aku memarkirkan kendaraanku dan langsung berlari ke arah halaman di mana tempatku di ospek.

"maaf kak saya telat" kataku dengan nafas yang tersenggal kepada kakak senior yang ada di dekat barisan.
"kamu dimaafin, nama kamu siapa?" jawabnya dingkat.
"Kia Permana" jawabku.
Batinku sambil mengatur nafas "aaahh untung aja kakaknya baik hehehehe"
Setelah masuk barisan, nama kami.. Yaitu maba (mahasiswa/i baru) dipanggil satu persatu dari depan.

"yaaaang namanya Kia Permana tolong maju kedepan, dan blablablabla" dipanggilnya kami, sekitar mungkin 10 orang atau lebih diminta untuk maju ke depan.
"lo semua.. Tau kenapa dipanggil kedepan?" tanyanya super jutek.
"engggaak kaaaak" jawab kami serentak.
"lo itu semua dateng telat!!! Gue paling males dengerin alasan-alasan basi" diperjelasnya dengan jutek. "sekarang lo semua, bersihin fakultas kita" pinta senior galak ini.

"ha??? Kita semua kak? Fakultas kan luas banget kak" tanya 1 orang cowok yang memang dari paras sih lumayan...
"bukan kita? Tapi lo sama temen2 lo. iyalah!!! Kenapa? Makanya kalau niat dateng ya jangan telat!" jawab si senior jutek.
Tanpa basabasi kami langsung meninggalkan halaman dan langsung mengerjakan apa yg di minta oleh sang senior.
"woy!! Kalian boleh balik ke sini pas jam makan siang" teriak senior.

"emang kamvret!! Pake segala lupa pasang alarm, ibu juga tumben banguninnya siang amat. Jadi telat dan disuruh jadi babu kan gue" gerutuku sambil mengambil kaleng yang dibuang sembarangan.
"yaelaaahhh baru disuruh mungutin sampah aja udah lenjeh" sahut 1 maba yang mendapat hukuman sama denganku. Eh, dia yg tadi nanya ke senior galak kan?
"ya kenapa? Masalah buat lo?"
"lenjeh! Kenalin, gue Angga" ia memperkenalkan dirinya dengan sangat percaya diri.
"dih, udah ngatain, minta kenalan pula" jawabku dan langsung meninggalkannya.

Akhirnya 3 hari berlalu dan ospekpun selesai. Aku sebagai mahasiswi yang masih baru, jelas masih mentaati peraturan-peraturan kampusku, termasuk datang tepat waktu.
"gila!! Gue sekelas sama bocah tengil satu ini" batinku kaget melihat muka songong dari Angga.
Asli, ini orang sok ganteng parah.

Singkaaattt......
1 semester sudah ku lalui dengan lancar, dan dengan IP yang lumayan.
Di semester 2, rasanya aku mulai terbiasa dengan kegiatan kampus.. Aku yang mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yaitu basket, sangat amat terkejut karna disemester ini si anak tengil itu bergabung di UKM ku.
Malapetakaaa!!!! Batinku kaget.

Angga yang makin kesini makin diangung-agungkan sama cewek2 di kelas karna wajahnya yg lumayan, makin merasa di awang-awang. Semua cewek di kelas ia jadikan gebetan. Lalu aku??? Aku tak sedikitpun menyukainya, bahkan haram untukku untuk mengobrol panjang dengannya.

"wey! Eh lo ikut ukm ini juga hahahah wah seruuu yaaah, kok gue baru tau yah" ucapnya sok akrab denganku.
Aku? Tak sedikitpun menggubrisnya.
"woilaah ditanya kayak patung, diem aja" ucapnya lagi kepadaku.
"oh ngomong sama gue? sorry yah gue kira lo ngomong sendiri" timpalku agak jutek dan coba menghindarinya.
"iyalah, yg ada di depan gue sekarang kan lo" jawabnya rada kesal. "lo tinggal di mana? Kayaknya di kelas, cuma lo yg belum gue tau alamatnya"
"gue? Di Jakarta" jawabku singkat sambil merapikan perlengkapan basketku. Kebetulan hari ini aku tak membawa kendaraanku sendiri, dan terpaksa harus naik kereta untuk sampai di rumah.
"wih arah Jakarta? Sama dong~ gue juga arah sana" sahutnya agak senang. "bareng yuk!"
"oh? Haha makasih" jawabku
"okay sip" singkatnya.

*suara handphoneku berbunyi menandakan ada panggilan masuk* "halo? Kenapa Yan?" kataku kepada Ryan  ditemanku ujung telp, yang sedang mengkhawatirkan keadaan Ibunya yang sedang di rawat di Rumah Sakit di daerah Jakarta.
"lo bisa kesini sekarang? Nyokap gue nanyain lo nih, kangen katanya.. Kesini yaaah please banget Kia" ucapnya memelas.
Aku dan Ryan memang teman sedari dulu, bahkan sahabat sehobiku, menggambar.
"gue juga niat kesana kok hari ini, tapi gue baru beres basket bentar yah gue otw kesana" jawabku dan langsung menyudahi obrolan karna kebetulan handphoneku mati karna habis baterai.
"yah kamvret pake segala abis nih baterai" batinku menggerutu.

Belum lama aku berjalan ke luar lapangan menuju gerbang kampus, tiba-tiba saja.
"HUJAAAN!!!! AH" batinku menggerutu lagi. "yaudah lah naik taksi aja" batinku menyeru.

Hampir 15menit aku menunggu taksi, tak kunjung datang dan hujanpun masih terus turun tak ada habisnya.. Hingga akhirnya seorang satpam berkata "kan hari ini lagi demo neng, jadi gak ada angkutan.. Naik ojeg aja neng" katanya menyarankan.
"ha? Oh iyaaa saya lupa, makasih ya pak udah ingetin" ucapku kepada satpam berterimakasih.

"yaelah tau gini gue naik ojeg aja dari tadi" pikirku marah pada diri sendiri karna lupa akam demo hari ini.
"pak ojeg ke RS Fatmawati yah" pintaku kepada satu-satunya ojeg yang tersisa di sekitar gerbang kampusku.
"yah neng, ujan-ujanan gak apa nih neng? Abang gak bawa jas hujan" jelasnya.
Setelah mendengar kata-kata itu aku mengurungkan niat untuk naik ojeg saat hujan dan memilih menunggu hingga hujan reda.

2 jam berlalu...
*tin tiiiiiin* suara klakson mobil tepat di sebelahku. Sial! Itukan Angga.
"wey! Masih belum pulang juga? Ayok bareng aja"
Teriaknya dari dalam mobil.
"gak deh makasih" jawabku menolak.
Tiba-tiba saja aku teringat akan Ryan, dan aku berjanji untuk menjenguk Ibunya hari ini, sedangkan ini sudah pukul 4 sore.. Jam besuk pun hanya sampai jam 6 sore.
"yakin? Daripada lo lumutan di sana" tawarnya meledek kepadaku.
Duh terpaksa nih "gue masuk" kataku sambil berlari kecil ke arah pintu masuk mobil.

Ah! Sial! Ini semua seperti sudah direncanakan, mulai dari tak bawa mobil, lupa akan sopir2 angkutan yang demo, dan apalagi ini??? Hujan di musim kemarau?

Hampir 1 jam berlalu tak ada sedikit atau sepatah katapun keluar untuk menjadi obrolan, baik dariku atau dari Angga.
Hingga akhirnya "Gue turun di RS Fatmawati aja" kataku kepada Angga.
"loh kok ke RS?" tanyanya heran.
"gue mau jenguk nyokap temen gue" jawabku singkat. "btw, makasih yah tebengannya" kataku tanpa melihat wajah Angga.
Tanpa basabasi akupun langsung keluar dari mobil dan meninggalkan Angga.

Entah apa yang ada di benakku sampai bisa meng-iyakan tawaran Angga sebulan lalu untuk mengantarku sampai ke RS. Rasanya.. Hari ini, detik ini, aku mulai menyesalinya, karna.....
*handphoneku berdering tanda pesan masuk*
"lo lagi apa? Kia udah makan?"
*batinku*
"sial!! Kenapa sih si Angga ini terus aja sms gue dengan kalimat-kalimat yang gak penting banget, asli! Gue tambah nyesel rasanya karna diantar dia ke RS bulan lalu"
Yaaa, sebab itulah aku jadi menyesal.

*dikelas*
"lo udah sarapan?" tanya Angga tiba-tiba kepadaku.
"belum" jawabku cuek.
Damn! Beberapa menit kemudian, Angga datang dengan membawa bubur ayam. Tepat sekali!! Dan Angga langsung berikan kepadaku.
"ini, buat lo"
"gue??? Oh haha makasih" jawabku heran, dan langsung saja bubur itu ku berikan pada teman sebelahku. Menurutku itu adalah salah satu bentuk penolakan perhatian darinya yang sangat bagus.

Aku pikir setelah hari itu, Angga akan berhenti mengirimiku pesan dan membelikanku tetekbengek agar aku menerima perhatiannya. Ternyata? Tidak sama sekali.
Angga terus saja begitu sampai bulan berikutnya. Aku? Entah kesetanan apa, aku sedikit meresponnya. Pikirku tak salah jika hanya berteman, mungkin memang ia ingin berteman.

*Bulan berikutnya*
Entah mengapa, rasanya Angga benar-benar mendekatiku dengan maksud tertentu. "Ah! Gila!!! Gak gak gak! Gue gak boleh nih mikir yang kayak gitu" sahut pertengkaran batin antara pikiran dan hatiku.
*tepat di kampus*
"wey! Lo lagi deket sama Angga yah?" tanya salah satu temanku Leny, sambil berbisik.
"ha???? Hahahahah gaklah!!! Najis banget gue deket sama cowok playboy macam dia, gak lah! Gak akan deket apalagi suka!" jawabku kaget dan berentet.
"awas lo! Jilat air ludah lo sendiri yaaah" ancam Leny.
Aduuuuhhh bodoh!! Ngapain juga gue bilang kayak gitu coba?
Ah! Bodolah! Toh gue juga gak akan suka sama si cowok sok cool itu. *pikirku menenangkan*
Tapi... Hatiku?

*seminggu kemudian*
Seperti sebulan ini, aku sedikit-sedikit mulai meng-iyakan ajakan Angga untuk menemaninya hanya untuk sekedar makan malam ataupun keperluan lainnya.
Hari itu...
"Kia mau nonton apa jadinya?" tanya Angga.
"terserah aja" sahutku
"Jurassic world? Gimana?" tawar Angga kepadaku.
"boleh" jawabku meng-iyakan.
*2 jam berlalu*
Angga mengajakku, untuk permainan melempar bola basket di salah satu tempat permainan di mall itu. Kebetulan sekali, memang kita memiliki hobi di bidang olahraga yang sama.

Belum lama kami bermain, tiba-tiba saja Angga..
"Kia? Aku nyaman sama kamu" katanya dengan menatapku yang sedang tercengang sambil memegang bola basket.
"yaaaaa terus????" sahutku terheran masih sambil memegang bola basket.
Lalu Angga menjelaskan "aku suka kamu, aku gatau bilang dari mana, yang jelas aku suka kamu dan mau jadi lebih daripada sekedar teman kamu"
"maksudnya lebih dari teman? Sahabat?" tanyaku berpura-pura tak mengerti.
"bukan, maksudkuuu...." omongan Angga terpatah-patah. "maksudnyaaa.. Kamu mau jadi pacarku?" tanya Angga sambil melihatku.

Beberapa detik aku terdiam mematung tak bergerak sama sekali apalagi menjawab tanya dari Angga. Shock! Entah apa yang aku pikirkan, aku hanya merasa terkejut atas apa yang dikatakan Angga.
"Kia?" panggil Angga.
Sontak aku terkejut dan merasa linglung "ha?? Iya ?? Kenapa?" kataku.
"kamu gak apa?" tanya Angga.
Aku masih terdiam bingung harus menjawab apa, karna jujur saja.. Aku menyukai Angga, aku merasa senang didekatnya. Tapi, aku juga gak mungkin karna Angga itu sudah terkenal laki-laki yang playboy di kampusku.
Tapi bodohnya aku!!!
"Kia? Gimana? Kamu mau jadi pacarku?" tanya Angga lagi.
Yaaaa!! Bodoh saja, aku berkata "iya aku mau"

Well!! Seminggu kemudian, tak lama setelah kami resmi berpacaran. Sepertinya kabar ini cukup cepat tersebar, 1 jurusan pun akhirnya mengetahuinya, dan aku? Aku menjadi sasaran empuk bagi cemooh dan ledekan teman-temanku. Tetapi tidak untuk sahabat-sahabatku, yang tetap mendukungku.
Angga yang terkenal dengan playboynya dan kelakuannya yang sering mendekati perempuan-perempuan di kampus, ternyata bisa aku patahkan.

Hahaha bukan... Bukan patahkan orangnya, tetapi aku berhasil mematahkan anggapan tersebut.
Terbukti, Angga sangat amat benar-benar menyukaiku, dan sekarang bahkan sangat amat menyayangiku. Bahkan hubungan kami sudah berjalan hampir 2 tahun.
Angga hanya perlu seseorang yang mengerti dan memahami dirinya. Aku gak perlu tanya "mana bukti Angga menyayangiku" karna pada akhirnya, dengan berjalannya waktu.. Angga selalu membuktikan hal itu sampai sekarang dan seterusnya bahkan selamanya. Aku yakin itu.

Aku? Aku tidak pernah menyesal sama sekali akan keputusanku menerima Angga.
Walaupun aku harus menjilat air liur ku sendiri.
Jujur saja, aku sangat menyayanginya.

*hari ini*
"honey~ aku sayang kamu"
"aku sayang kamu lebih banyak banyak banyak" jawab Angga.

-End-

Ps: Well, don't judge someone by her/his cover yaaaah hihi
Karna kamu gak akan benar-benar tahu bagaimana seseorang itu sampai kamu mau menerimanya menjadi salah satu yang ada andil di dalam hidupmu, entah teman, sahabat, atau pacar hihi

Senin, 17 Oktober 2016

Mr. Ice Cream~ cerpen

Diposting oleh fafaririlala di 18.58 0 komentar

"Gimana” tatapnya penasaran, tatap wajahnya mulai serius melihat ekspresiku yang mengerutkan dahi.
“Tunggu!” jawabku sambil memutar mata seolah berpikir serius mendeskripsikan sesuatu yang sedang lumer di lidahku.
“Enak!” seru ku.
Dia tersenyum kecil sambil mencubit pipiku.
Ya, dialah Keylan. Key dan aku bertemu pertama kali di laboratorium praktikum kimia dasar yang sebenarnya Key adalah seniorku di kampus.
Mr. Ice cream adalah panggilanku untuknya. Cowok berbadan kurus tinggi ini memilki hobi yang sama denganku yaitu suka dengan  hal-hal baru, contohnya dibidang fotografi dan kecanduan akan ice cream.
Suatu sore Key mengajakku untuk mengunjungi kedai ice cream yang dia bilang sudah lama sekali, dibangun pada zaman kolonial Belanda.
“semua orang hampir menyukai ice cream, bukan?” Tanya Key dengan menatap wajahku. Malu, akhirnya aku memalingkan wajah.
“termasuk kamu yang sedang makan ice cream dengan rakusnya ditambah dengan roti”. Protesnya yang sedang melihatku memakan roti isi ice cream ini.
“ini… enaaaak!! Coba deh key”. Sambil meyodorkan roti isi ice cream kepadanya dan dengan lahapnya Key menghabisi semua roti isi ice creamku.
“yyyeeeuuhhhh… enak kan? Sekarang Key ketularan rakus”. Aku tertawa puas, mungkin para pengunjung mengira kami adalah pasangan romantis yang sedang bersenda gurau, tetapi mereka semua salah besar, kami bukanlah sepasang kekasih. Sebaliknya, Key memiliki pacar bernama Amira.
Jujur saja aku menyukai Key.
2 tahun lalu adalah hari ulang tahunku, Keymemberikan kejutan dengan membawakan kue untukku “happy birthday Niran!”. Dia berkata sambil memelukku.
Memang indah rasanya menjalani hubungan persahabatan seperti ini, tapi salah. Ternyata rasa ini begitu kuat. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menjauh darinya.
“kamu kemana Ran, gak pernah ada kabar?’ Tanya Key di ujung telepon.
“maaf aku sibuk, aku terlalu sibuk Key” jawabku berbohong.
“kira-kira kapan kamu ada waktu? Kedai ice cream yuk!”. Ajaknya dengan senang.
“aku sibuk tugas kuliah Key”. Jawabku berbohong lagi.
Dan pada akhirnya suatu hari Key mendapatkanku di taman dekat dengan kedai ice cream yang biasa kami datangi.
Aku sadar bahwa Key melihatku dari dalam kedai, akhirnya aku memutuskan untuk pergi, tetapi sayangnya Key sudah terlebih dahulu berjalan mendekatiku.
“kenapa meghindar?”. Tanya Key heran kepadaku.
“sudah 2 bulan belakangan ini kamu gak pernah ada kabar dan selalu menghindar, apa aku ada salah Ran?”. Tanya Key lagi dengan sedikit emosi.
Aku hanya bisa terdiam, aku tak bisa menjawab apapun…
Lirih.. dan akhirnya aku pun pergi meninggalkannya.
Ingin rasanya mengatakan bahwa Key tidak bersalah, dan Key tidak seharusnya merasa bersalah. Ingin rasanya mengatakan padanya bahwa aku meyukainya. Entah apa yang kurasakan seminggu kemudian aku mendapatkan kartu undangan pernikahan antara Key dan Amira.
Perasaanku campur aduk antara sesak dan pilu.
Akhinya aku memutuskan untuk pergi dan mencari ketenangan, seminggu kemudian kelak aku akan datang dan menyaksikan ucap janji abadi sehidup semati Key dan Amira.
Aku akan hadapi semuanya, lari dari kenyataan adalah tindakan bodoh. Karena sejauh apapun kita pergi, kenyataan itu akan selalu ada, termasuk aku yang tidak bisa mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya kepada Key.
Birlah aku menelan semua pahit dan sakitnya perasaan ini Key, dan waktu yang akan menghapusnya.
Karena aku tahu rasa sakit ini hanya bersifat sementara, karena secorong ice cream akan menjadi obatnya, bukan?

Minggu, 16 Oktober 2016

JENUH (cerpen)

Diposting oleh fafaririlala di 19.57 0 komentar

*ding dong*
kutekan bel di depan rumahnya.
*ding dong* sekali lagi. Masih belum ada tanggapan dari dalam.
"okay mungkin sekali lagi, kalau sekali lagi belum ada yang bukain, aku pulang aja deh"
*tiba-tiba dari belakang* "dor!!!!"
"sial!!! Kamvret! Wahahahah kamu nih asli iseng parah" aku menggerutu kesal dengan tawa.
Yang barusan tadi ngagetin itu, orang paling nyebelin sejagat raya. Reza.
Iyah... Dia itu Reza, cowok super nyebelin yang pernah ada dan yang paling parah.. dia itu adalah pacarku.
"hehehehe maaf oney~ hahahahah tapi  seru kaaaaann kagetnya" serunya meledek dengan tawa.
Dengan masih mengelus-elus dada karna kaget, aku menginjak kakinya.
"kaget mana ada yang seru? Oneng!"
"duh sakit oney" ujarnya sedih sambil kesakitan.
Kebetulan kostku tidak jauh dari rumahnya, bisa dibilang, kami ini pacar 5 langkah hehehe "nih aku buatin sarapan, ini dimakan sarapannya habis itu kamu mandi, terus kita langsung ngampus"
"siap kapten!" serunya dengan patuh.

Aku dan Reza adalah sepasang kekasih yang bisa dibilang lumayan lama, nggggg... sekitar satu tahun lebih mungkin. Reza dengan sifat petakilan juga manjanya, dan aku dengan sifat diamku juga sedikit manja tapi tetap menjaga agar terlihat berwibawa sebagai wanita yang bisa dibilang beranjak dewasa.
Kami yang sama-sama tinggal sendiri (hidup menjadi anak kost) jauh dari orang tua, makin membuat Reza jadi anak super manja jika bersamaku.

Saat itu...

"aku bete nih oney". Yap! Oney adalah panggilan sayangnya untukku.
"hmm bete kenapa?" sahutku sambil tetap mengerjakan tugas-tugasku, juga laporan hasil mengajarku. Aku memang kuliah sambil mencari sedikit masukan uang, demi kebutuhan sehari-hari.

"oneeeyyyy ck aku beteeee nihhhh" rengeknya.
"iyaaaaaaahhhh sayaaang bete kenapa?" dengan mencoba sabarnya aku menyahuti.
Kemuadian dengan isengnya Reza terus berkata "oneeeyyy akuuuu beteeee"
"kamu bisa gak sih? Diam sebentar? Aku ini lagi repot, kalau mau cerita ya langsung aja cerita.. Gak usah bertele-tele" jawabku dengan  agak menggertak  kesal. Entah apa yang ada di pikiranku, tanpa rasa bersalah sedikitpun aku langsung melanjuti kesibukanku, dan Reza... Entah~ dia pergi begitu saja dan aku pun tak mempedulikannya.

*Ke-esokan harinya*

"wey! Kok kamu di sini? Gak kelas nih?" tanyaku ke Reza yang terlihat murung di koridor kampus.
"nggg aku lagi gak mood ngampus, kamu mau temenin aku?" pintanya memelas.
Dengan herannya, aku membalas pertanyaannya cukup lama "hmmm gimana yaaaah~ ini lagi  jam kuliah  kan yaaang.."
"jadi, kamu mau atau gak?" kata Reza dengan wajar nanarnya.
*Batinku* "kalau ikut Rezaaaa hmm pasti mau ada yg dibahas tentang yg kemarin deh ck"

Jujur saja, sebenarnya aku mulai jenuh dengan sikap dan sifat kekanakannya dan yang selalu memperbesar masalah-masalah kecil. Tapi, kalau gak diturutin pasti dia ngambek.
"akuuuu... masuk kelas aja deh, kamu bisa kan sendiri?" jawabku tak enak.
"yaaaaahh kamu kenapa sih? Aku kan lagi butuh kamu blablablablablaaaa" jawabnya panjang lebar.
*batinku lagi* "benar apa yang kupikirkan"
Akhirnya dengan sedikit terpaksa "iyah iyah yaudaah ayok, jangan ngambek yaaaah" selesai tawar menawar untuk ikut dengannya atau tidak, Reza membawaku kesuatu taman... Dan yaaaaa benar dugaanku, dia mulai nyerocos panjang tentang 'AKU'.

*Senin 27 September 2016, pukul 9 pagi*

"aduh! Jalan liat-liat dong!!" marahku sambil mengelus-elus dahiku karna terbentur bahu seseorang.
"eh gak apa? Lo gak apa? Sorry sorry yah habis lo tiba-tiba muncul di belokan koridor kampus begini sih" ucapnya dan aku masih merunduk kesakitan.
Dengan tegas aku langsung mengangkat kepalaku dan memampangkan wajahku di hadapannya.
"lo tuh! Udah nabrak bukannya minta maaf baik-baik, malah nyerocos kayak banci" omelku, tapi dengan herannya orang ini justru menatapku dengan serius seakan mengingat sesuatu.

"Rilla???!!!???" teriaknya, dan aku mulai heran.
"ngggg lo??? Siapa yah???" heranku mulai memperhatikan dan mengingat wajah itu. "astaaaagaaa!!! Refa!??"
"iyaaah ini gue refaaaaa, gilaaa! Gak nyangka lo ngampus di sini juga?"
Dengan singkat akhirnyaaaa... Obrolan kami pun berlanjut dengan saling bertukar nomor telp.

Refa, yaaaa.. Dia itu cowok yang memang sangat kebetulan dan akupun baru mengetahuinya setelah insiden tadi pagi, kalau kami berdua ini kuliah di Universitas yang sama. Dia juga teman semasa SMA ku dulu~ hm bukan teman, bahkan sangat dekat lebih dari sekedar teman. Mungkin bisa dibilang TTM atau pacaran tapi gak kesampean yah? Hihi

Setelah insiden hari itu..

Berbulan-bulan berlalu dengan aku masih berhubungan baik dengan Refa dan sepertinya membuatku mulai merasa nyaman dengannya.
Reza? Ya.. Reza masih dengan sifat yg kekanakannya yang sedikit-sedikit mengeluh akan sifat dan sikapku.
Jujur saja, sejak kehadiran Refa di hidupku (lagi).
Aku semakin menjauh dari Reza, bukan karna aku yang mulai nyaman dengan Refa, tetapi juga banyaknya kegiatan juga pekerjaanku. Terutama karna jenuhnya aku dengan sifatnya Reza.

*tepat di hari anniversary ku dengan Reza*

"oney??? Kamu hari ini mau ke mana?" tanya di ujung telepon dengan lembut.
"di rumah aja sih~ ya paling aku sibuk sama laporanku aja" jawabku sedikit malas.
"aku mau ajak kamu keluar.. Mau yaaaahhhh pleeeaseeeeee" sahutnya memelas di ujung sana.
"kemana? Tapi aku gak bisa pulang malam loh" sahutku, tetap dengan malas dan mencoba memikirkan alasan agar Reza berpikir untuk membatalkan.
"ada deeehhh~ ini kan anniv kita yang ke 2 tahun oneeeyyy.. Kamu lupa yah?" katanya murung.

Astaga!! Aku benar-benar lupa. Tapi jujur, aku tidak terlalu peduli akan hal itu.. Karna sejujurnya aku sudah ada janji dengan Refa sore ini.
"ohhhh ahahahah enggak dong.. Iyah ingat kok" jawabku berpura-pura.
"YEEEAAAHHH JADI BISA KAAAN???"
"hmm iyaaah sip hehehe" jawabku berpura-pura senang.

Tunggu! Tiba-tiba.....
*ding-dong* bel kost ku berbunyi dari luar.
"eh sebentar yah ada orang di depan, kayaknya sih paling kurir" izin ku ke Reza yang  berada di  ujung telp.
"okay deh~" jawab Reza dengan gembira, dan aku pun langsung meninggalkannya di ujung telepon.
Dengan sangat terkejutnya sekaligus herannya aku.. "eh loh kok? Refa???? Loh kok kamu pagi-pagi gini, bukannya....."
"iyah aku sengaja datang pagi, biar bisa perginya agak lama sama kamu hehe nggg kamu gak ada acara kan hari ini" ucapnya selesai memotong ucapanku.
"oh hehehe ohhh nggg gak kok gak adaaaa gak adaaaa, kalau gitu aku siap-siap dulu yah"

Seketika aku lupa janjiku dengan Reza, juga Reza yang sedang menunggu di ujung telp, entah masih menunggu atau sudah terputus teleponnya.
Singkat...
Aku sampai di suatu tempat, entah.. Aku tak pernah ke sini sebelumnya. Karna memang tak pernah terpikirkan olehku untuk datang ke cafe sepagi ini. Tapi, jujur ini tempat yang sangat indah~
Suasananya yang sejuk dan bisa dibilang sedikit tua untuk cafe, but still classic.
Ternyata Refa sudah mempersiapkan ini semua, untukku! Yap! Untukku.
Tempat yang classic, sejuk.. Ini semua sudah dipersiapkan. Kenapa?

Karna saat kami selesai mencicipi hidangan yang sudah dipesan, aku dengan frappuccino dan cheesecake ku. Lalu, Refa dengan secangkir cappuccinonya, juga sepotong tiramisunya.
"Rilla?"
"hm yah??" jawabku sedikit terkejut karna sedang asik menikmati cheesecake ku.
Tanpa basa-basi "kamu mau jadi pacarku?" ucapnya dengan tanpa ragu.
"ha? Apa" timpalku bingung.
"kamu mau jadi pacarku??? Maaf, kalau ini tiba-tiba. Aku sudah lama suka kamu, mungkin sayang... Dulu aku kira, aku hanya sekedar suka.. Tapi, setelah beberapa bulan ini dekat sama kamu, aku merasa hal yang beda. Aku ingin lebih dari sekedar teman yang menyukaimu, nyatanya aku ingin memilikimu.. Aku suka kamu, aku sayang kamu Rilla. Kamu mau kan jadi pacarku" ucapnya memperjelas sekaligus menjelaskan.
Entah apa yg ada dibenakku, aku berkata "aku mau".
Ya!! Aku menyelingkuhi Reza.

Dan janjiku dengan Reza hari itu??? Aku berbohong padanya dengan beralasan temanku dirawat dan butuh aku untuk mendampinginya, juga karna repot aku harus buru-buru akhirnya aku lupa mengabarinya.
Untungnya Reza bisa memahaminya walaupun agak kesal.

Seminggu setelah kami resmi menjadi sepasang kekasih. Akhirnya aku memberanikan diri untuk membahas ini semua (antara aku, Refa dan Reza) kepada Refa. Dengan handphoneku, aku mengiriminya pesan.
"Refa" pesan singkatku terkirim, tak lama ia membalas.
"iyah Rilla sayang?" jawabnya.
"maaf"
"loh? Kok maaf?"
"sebenarnya ada yg mengganggu pikiranku beberapa hari ini"
"Reza?" balasnya. Aku langsung bingung entah harus membalas apa.. Tak lama aku menerima pesan singkat lagi.
"kamu berhak memilih. Pilihlah yang membuat kamu nyaman dan bahagia.. Kalaupun akhirnya kamu tidak memilihku, tak apa. Tapi yg jelas aku sangat menyukaimu sejak pertama aku melihatmu di SMA, dan sekarang aku sangat menyayangimu" pesannya.

Aku dilema. Reza yang kekanakan atau Refa yang dewasa dan membuatku nyaman akan hal itu?

"aku butuh waktu" balasku singkat pada Refa.

Akhirnya dua hari setelah aku memikirkan hal tersebut. Aku datang menemui Reza yang sedang berlatih basket di kampus.
"hey" sapaku kepadanya
"eh sayang, kamu? Kenapa? Tumben mau kesini loh hahaha ada angin apa nih??" jawabnya senang juga heran.
"heheheheh gak sih iseng aja"
"ohya aku mau...." belum selesai aku bicara, Reza memotong kalimatku.
"astagaaa!!! Aku perlu hubungi mama nih. Tapi hp aku habis baterai. Nggg aku boleh pinjam handphonemu?" potongnya buru-buru.
"ohh ituuu nggg boleh.. Ini. Aku ke toilet bentar yah"
"okay sip" jawabnya.

*Sampai di depan pintu toilet*

Bodoh !! Aku lupa menghapus percakapanku dengan Refa. Aduuuhh bodoh!!! Ngapain juga aku pinjami dia handphoneku dan aku meninggalknannya dengan handphoneku???? Gimana kalau dia cek handphoneku? Aduh!!! Okay okay tenang Rilla tenang, Reza bukan tipe cowok yang suka cek-cek handphone.

Batinku menenangkan diriku sendiri.

Aduh mati aku!! Gimana kalau tiba-tiba Refa menguhungi ku????

Langsung saja aku buru-buru keluar dari toilet dan menghampiri Reza.

"nih, makasih yaaah oney" ucapnya lembut.
"oh hehe iyah makasih, eh sama-sama maksudnya" ucapku kepadanya.
Ah.. Lega~ Reza tak ada marah ataupun bete.. Berarti tak ada apa-apa.
"Rilla?" panggilnya dengan lembut kepadaku.
"ah? Iyaaa??" jawabku heran, kerna Reza sangat jarang memanggilku dengan namaku.
"kamu tau? Aku sangat sangat sangat menyanyangimu, seberapapun galaknya kamu, cerewetnya kamu, bencinya kamu ke aku karna aku manja, sibuknya kamu. Aku tetap menyayangimu, bagaimanapun kamu, dan tak pernah sedikitpun aku berpikir untuk cari penggantimu. Tapi aku, mungkin rasa sayangku ini belum cukup di mata kamu. Kamu lebih baik dengannya... Dia yg lebih dewasa dan bisa membimbingmu. Aku akan terus menjadi temanmu" jelasnya kepadaku dengan sangat jelas hingga aku tak bisa berbicara apapun selain "MAAF". Lalu Reza pergi begitu saja meninggalkanku duduk terpenganga sendiri.

4 bulan berlalu...
Aku pikir memang dulu Refa lebih baik dibandingkan dengan Reza.
Ternyata aku salah besar!!! Refa tidak lebih baik dibanding Reza.. Dulu yang aku kira Refa pribadi yang dewasa, justru mengekangku lebih dan menjadikanku seperti apa yg dia mau. Aku bukanlah diriku saat bersamanya.
Entah, aku mulai menyesali semuanya dan ingin kembali ke Reza.

6 bulan berlalu...
Refa kejam, ternyata dia menikamku.. Bukan! Bahkan membunuhku secara perlahan.
Dengan mengubahku menjadi yang ia mau, lalu ia pergi meninggalkanku dengan menjalin hubungan baru dengan wanita lain di belakangku.
Setengah tahun aku bersamanya, ternyata hanya di awal Refa berlaku atau tepatnya berpura-pura menyayangiku. Selebihnya? Tidak!

Malu. tapi rindu dengan Reza yang selalu memanggilku dulu..
Terbesit dipikiranku untuk menghubunginya, tapi sayang...

Saat aku ingin menghubunginya lagi, ternyata Reza sudah menemukan penggantiku, dengan memasang foto di berbagai akun media sosialnya bersama kekasihnya yang baru.

Aku sangat menyesal...
Melepaskan seseorang yang ternyata amat berarti untukku, demi seseorang yang hanya sekedar hadir untuk rasa jenuhku.
Reza yang memang manja tapi sangat mengerti akan diriku. Reza yang selalu ada untukku dalam keadaan apapun..
Reza, lelaki yang ternyata sangat amat aku cintai...

Aku tak ingin merusak kebahagiannya... Reza yang sudah menemukan "oney" nya yg baru.

Lalu, aku??
Aku sangat amat menyesal, dan baru menyadari itu semua setelah semua terjadi.
Aku yang mengecewakan Reza dengan sikapku, dan begitu saja meninggalkannya demi Refa.

Sesal? Memang harus disesali.
Tapi pelajaran yang lebih berarti..
"dirimu bukanlah dirimu jika sedang jenuh.. Tapi sayangmu tetaplah sayangmu yang akan selalu menutupi jenuhmu"

At last, semua hubungan akan baik kan? Manusiawi memang jika merasa jenuh.
Tapi jenuhmu akan menjadi sesalmu jika jenuhmu menjadikanmu orang lain..
Tapi jenuhmu akan menjadi bahagiamu jika kamu tetap menjadi dirimu saat dalam jenuhmu..

Ps : Jangan pernah jadikan 'jenuh' sebagai alasan untuk kamu bisa berselingkuh dari pasanganmu yaaah hihi

Rabu, 11 November 2015

R I N D U

Diposting oleh fafaririlala di 18.17 0 komentar

Selamat pagi senja...
Hai senja...
Dirimu kini lebih indah dibanding mentari
Dirimu mengalahkan mentari

Hai mentari...
Maafkan, dirimu tak seindah seperti dulu
Maafkan, tapi diriku rindu dengan dirimu yang dulu
Maafkan, karna sekarang aku
Selalu merindukan senja saat mentari datang..
Maafkan, ku hanya ingin bernafas lega
Maafkan, selalu ingin dirimu berlalu dan selalu inginkan senja..

Seperti rindu yang menyiksa
Tapi senja mengobati semuanya
Disetiap hari mu, mentari..
Maafkan, mentari... Sungguh aku rindu diriku yang selalu merindukanmu
Ku mohon... Semoga Engkau mengembalikan mentariku

Poem by : Farilla N.

Jumat, 08 Agustus 2014

Karna rencana Tuhan lebih indah :)

Diposting oleh fafaririlala di 21.06 0 komentar

Tangerang, 09 Agustus 2014
Hari ini tepat genap 8 bulan setelah kecelakaan itu. Ya, kecelakaan yang cuma tunggu hidup atau mati, kecelakaan yang buat siapapun tercatat didalamnya mungkin bisa depresi, mungkin juga bisa hampir gila. Gue Farilla Novizri bersyukur masih dikasih kesempatan hidup sama Allah SWT sampai sekarang dan masih bisa jalanin hidup gue sampai sekarang. Walaupun... kejadian itu buat gue kehilangan diri gue yang sebenarnya, kehilangan gue yang sebelumnya selalu optimis dan gak lembek kayak sekarang. Siapapun kalian pasti bilang ini lebay dan gue berlebihan, tapi sungguh.. kalau kalian di posisi yang sama mungkin kalian akan berperilaku kayak gue walaupun memang kalian selalu pikir optimis, namanya manusia pasti ada rasa sedih walaupun gak berlarut-larut pasti hal itu terkadang datang.
Masuk bulan ke-8 gue masih inget gimana kronologinya, gue masih inget gimana rasanya, malah terkadang gue bisa nangis cuma karna gue bisa ngerasain seakan-akan gue masih ada disana. Okay, gue adalah salah satu korban kecelakaan itu, kecelakaan 09 Des 2013, Kereta Api dan Truk BBM. Gue trauma, ya walaupun memang gue masih bisa atasin trauma gue.. entah sampai kapan peristiwa itu terbayang di benak gue, mungkin seumur hidup gue?
Dan hari ini gue baru berani untuk share ke kalian gimana peristiwa itu,gue harap setelah gue tulis ini.. depresi gue selama ini bisa sedikit berkurang.
Waktu itu... ya seperti biasa gue berangkat kuliah naik kereta, gue sengaja kuliah agak jauh.. di Depok, Universitas Gunadarma tepatnya. Gue kuliah jauuuhh hehe dengan alasan gue jadi bisa lebih mandiri dan nyokap gue pun izinin bahkan ada rencana gue untuk ngekost disana, secara gue tinggal di bintaro dan makan waktu lumayan lama buat sampai di kampus gue, tapi itu nanti gue semester 4.
Ya walaupun emang bukan Universitas Negeri, gue masih mau banggain nyokap gue dengan prestasi2 gue. You know lah~ siapa sih yang gak mau banggain orang tua?
Gue salah satu dari kalian yang mau banggain orang tua gue, gue pernah bilang ke nyokap gue "bu, aku gak bisa ambil sks banyak karna sudah paket kampus tapi aku bisa lulus dengan gelar Sarjana Magister selama 4tahun dengan nilai ipk tinggi biar bisa di pilih masuk kampus sarmag" tapi ternyata renana Tuhan berbeda. Rencana gue dari awal masuk kuliah kalah sama rencana yang Tuhan kasih buat gue..
Jadi hari Senin, 09 Des 2013 itu hari pertama gue UTS di hari senin dan memang perdana gue UTS di bangku kuliah katna memang gue baru lulus dari sekolah gue~
Semalam suntuk gue belajar buat UTS hari senin.. dan kebetulan juga hari itu pelajaran yang gue suka banget "writing" karna memang gue kuliah jurusan sastra inggris.
Rasanya udah di luar kepala materi2 itu, sebelum berangkat kuliah gue sempet bilang ke nyokap gue "bu, aku gak enak badan deh~ kerokin dong bu" terus nyokap gue jawab
"Yaudah sini mandi dulu sana" dan kebetulan juga nyokap gue lagi nyetrika pas gue mau berangkat kuliah. Nah beberapa menit selesai gue mandi dan siap2 gue bilang "nanti aja deh bu pulangnya takut gak keburu nih, tapi aku gak enak badan bu pengen deh gak kuliah tapi aku UTS"
"yaudah kak gak usah berangkat" bilang nyokap gue.
Gue jawab "tapi aku uts, yaudahlah gak apa2.. eh aku cantik ya bu hahahaha" gue sambil ngaca sambil hijab juga.
"Iya iya cantik" jawab nyokap.
Dan memang baju yg gue pakai dan barang2 yg gue pakai hari itu rata2 serba baru haha gatau setan feminim apa yg masuk ke badan gue sumpah hari itu gue feminim banget biasa cuma pakai jeans baju panjang jilbab dan sneakers tapi hari itu gue hijab dengan pakaian gue yg feminim dan tetap jeans. Gue juga dandan hahahahaha
Setelah lama gue ngaca, nyokap gue bilang "ibu mandi dulu ya" biasanya gue ngelarang nyokap karna emang kereta gue jam 10.30 dan 10 menit lagi kereta gue dateng.
Tapi dengan lembutnya gue bilang "oh yaudah deh ibu mandi dulu"
Setelah beberapa menit nyokap gur anter gue ke stasiun pakai motor~ ternyata kereta gue ah dateng dan gue gak keburu buat naik kereta itu. Akhirnya gue bilang ke nyokap gue "yaudah nanti aku naik kereta yg satu lagi aja deh eh tapi lama.. Ibu siiihhh mandi dulu hehehe"
"Yaudah hati2 ya" jawab nyokap dan gue salim.
Entah rasanya aneh gue jalanmasuk ke stasiun biasanya nyokap langsung pulang tapi gue ngerasa nyokap gue liatin gue dan belum pulang tapi gue gak mau nengok kebelakang buat liat nyokap gue.
Pas gue sampe di sebrang rel buat nunggu kereta jurusan Tanahabang gue liat kayaknya nyokap gue udah pulang.
Di situ (stasiun pondok ranji) gue duduk di kursi panjang buat nunggu kereta.
Belum lama gue duduk disitu ada ibu-ibu dateng ke gue dan bilang "geser sedikit ya de" dengan lembutnya.
Dan gue pun jawab "oh iya bu silahkan duduk aja" kebetulan kursinya penuh akhirnya gue bangun dari duduk gue dan jalan ke arah tempat tunggu gerbong kereta khusus wanita. Emang sih gue ada niat buat naik kereta di tempat cowok aja tapi entah gue malah jalan ke sana.
Masih nunggu kereta tiba2 ada informasi dan bilang, kereta yang mau gue naikin itu terlambat karna ada kesalahan teknis.
Duh itu udah jam 11 dan gue uts jam 1 tapi setidaknya gue sampai setengah jam sebelumnya.
Gue panik... tapi gue tetep santai.
Sambil ber-autis ria dengan gadget gue, gue bilang ke temen gue (Nurul). Kita berdua sering bareng tapi bedanya dia naik kereta di stasiun kebayoran.. karna gue lama akhirnya gue suruh dia duluan gue bilang ke dia "lu duluan aja kayaknya gue lama sorry ya" dan dia meng-iyakan.
Lama gue nunggu kereta gue dateng sambil berdiri disamping gue ada bapak2 baca Al-Quran.. gue gak gubris cuma yg gue heran itu bapak2 dirinya pas di gerbong wanita berhenti nantinya.
Lama gue nunggu sampe kesel gue nunggu akhirnya kereta gue dateng dengan sang masinis yang kece sumpah gue sempet bergumam dalam hati gue "ganteng" hahahahaha namanya juga cewek hahahaha
Dan karna memang gue udah lumayan lama naik kereta gue udah ada patokan nantinya itu pintu kereta berenti di depan gue tapi kali ini tebakan gue salah. Kereta berhenti di tengah-tengah gue. Kanan pintu 1 kiri gue pintu 2 gue bingung harus naik dari mana karna sama-sama penuh akhirnya gue naik dari pintu 2 tapi gue balik lagi ke pintu 1 karna gue takut nanti gue turun di tn.abang kelamaan. Baru beberapa menit kereta jalan entah gue gak denger mungkin iya masinis yg tadi gue bilang ganteng dobrak pintu masinis dan ada ibu2 bilang dengan kesalnya "duh pelan2 dong mas" dan kebetulan gue berdiri di dekat pintu masinis.
Gak lama cuma beberapa detik masinis langsung tutup pintu dan "DUUUOOOOOAAAARRR" ya ! Gue terpental jatuh kesebelah kanan dan penumpang nindih badan gue, gue yg jatuh lama2 telengkup dan posisi berada paling bawah. Asap hitam masuk gue terijak2! Sesak rasanya gue udah berusaha kerahin semua tenaga gue buat bangun tapi sia-sia yang ada gue malah tambah ke injek2 dan di tiban. Lama gue berusaha entah rasanya gue udah kehabisan tenaga.
Gue diam dan semua hal yg udah gue lakuin sebelum gue berangkat terbayang dan gue cuma mikir "tadi gue gak sholat subuh tadi gue kesiangan, tapi gue udah bantu nyokap beres2 rumah gue udah baik ke nyokap tadi pagi gue udah sempet salim sama nyokap, dan tadi itu kalau emang udah gue sampai sini... terakhir gue contact sama bayu doi gue, bokap sama adek gue, semalam gue bersikap baik kan ke mereka" sambil gue banyak2 ucap syahadat. Entah berapa lama gue diam dan gue mulai ngerasa panas dikaki sebelah kanan gue.. gue pikir kaki gue terbakar. Gelap ! Cuma terang api di gerbong yg bisa gue liat.. gue mulai berontak lagi karna gue ngerasa panasnya terbakar, gue teriak minta tolong tapi orang2 pun malah tambah tindih2 badan gue karna mereka juga mau selametin diri masing2.
Gue diam lagi... entah berapa lama pas gue buka mata gerbong udah mulai sepi gue pikir gue udah mati, badan gue udah terasa enteng dan gak ada yg injak2 dan ternyata masih ada 1 ibu2 yang masih ada di atas badan gue.. gue balik badan dan gue liat masih ada beberapa disana didekat pintu masinis.entah gue coba liat muka mereka dan mereka cuma bilang "udah neng kita gak akan selamat" setelah denger kata itu gue langsung bangun dan gue kiat disebekah kiri gue ada jendela yg pecah dan gue keluar dari sana.
Entah di tarik berapa orang dan bilang "jangan di tarik uah kebakar" ada yg bilang gitu cuma gue gak gubris gue cuma nangis dan ucap syukur gue bisa keluar.
Entah gue dibawa kemana yg gue rasa itu masjid dan ada satu ibu yg temenin gue di samping gue gue dikasih pertolongan pertama dengan disiram air walaupun memang udah gak ada api di badan gue yg gue rasa itu panas ternyata.... perut sampai paha gur habis terbakar bahkan terpanggang. Gak lama gue baring disana langsung terdengar bunyi ledakan kedua dari tkp.
Lama gue nangis gue minta ambulance akhirnya ambulance datang gue langsung di bawa ke ugd RS.Suyoto dan banyak korban juga disana.
Disana gue dikasih pertolongan pertama.
Lama gur tunggu keluarga gue sambil nangis dan sedihnya gue gak hafal sama sekali nomor rumah.
Bapak polisi yg baik nolong gue buat kabari orang rumah langsung ke rumah gue ternyata orang rumah udah tau dan udah cari gue di TKP bahkan sampai ke RS dan ketemulah gue dengan mereka jam 14.00 haru gue liat mereka gue masih bisa liat mereka. Gue bersyukur masih hidup masih bisa lihat mereka walaupun gue gak tidur selama 3 hari 2 malam karna rasa panas dan perih.
3 hari gue di RS.suyoto gak lama memang tapi gue langsung di rujuk ke RSPP.
2 bulan gue di RSPP diruang isolasi.. ketemu keluarga cuma di batasi kaca hahaha sedih rasanya kalau inget itu semua.. operasi yang sampai sekarang masih gue jalanin entah 20 agustus nanti yg keberapa kali mungkin 10 kali :')
Tapi udah berlalu...
Cuma tinggal beberapa kali operasi gue bisa lewati yaaaa gue yakin !
Dan gue yakin gue bisa kayak dulu gue bisa jadi diri gue yg dulu tanpa di bayang2 gue ini cacat atau apapun. Gue tau ada yg jauh lebih menderita dibanding gue tapi mereka tetap semangat jalani hidup :)
Karna gue yakin rencana Tuhan lebih indah nantinya di banding rencana kita :)
So, guys~ I think that's enough...
Thanks for reading ♥

Minggu, 29 Juli 2012

MY BELOVED MOM :*

Diposting oleh fafaririlala di 05.25 0 komentar
Ibu.... gatau harus berkata apa kalau udah ngebahas tentang ibu.
Ibu :)
gue beruntung punya ibu yang amat baik , penyanyang, sabar dan perfect banget didunia ini buat gue.
ibu, disatu sisi beliau bisa menjadi seorang ayah yang penyayang dan ibu dibalik kelembutannya terdapat ketegasan didalam dirinya :)
yaaaa.. walaupun memang banyak yang bilang seorang ibu itu bawel atau cerewet, tapi gue yakin ibu melakukan semua itu demi kita.
sedih rasanya suka ngebantah ibu yang jelas-jelas beliau ngelakuin itu semua buat gue. yaa buat kita semua.
dan nyokap gue ini seorang uasahawan kantin nyokap gue ini orang tersabar, tergigih yang pernah gue kenal dihidup gue. banting tulang cari uang demi gue dan adik gue biar cita-cita gue dan adik gue tercapai, rasanya itu semua gak akan terbalas dengan apapun, walau dengan harta atau apapun itu, gue rasa kasih sayang ibu emang gak akan perna tergantikan. yakan?
sedih rasanya kalau ingat nyokap harus bangun pagi berangkat cari uang demi gue dan rela pulang sore demi gue .
nyokap gue itu hebat loh !!! dulu beliau sempet dagang rujak gitu, dan gue pun gak nolak untuk bantu beliau dan gue pun gak malu kok, dan kalau bulan puasa nyokap itu suka jual takjil untuk orang-orang dan itu dijual juga, gue pun suka kok bantu beliau ya memag ternyata semua itu capek banget tapi gue rasa emang itu tugas gue.. dan gue rasa semua bantuan gue gak sebanding apa yg udah nyokap lakuin buat gue :)
dan ibu gue juga pembuat sekaligus penjual pempek yang jago banget ! tapi sekarang nyokap kesayangan gue ini cuma berkutat ddengan kantin aja.
Ibu.. terkadang melihat disekilas tidurnya aja buat gue sadar b etapa beruntungnya gue puya ibu seperti beliau :)
ibu... gak pernah yg namanya ngeluh cari uang didepan anak-anaknya walau gue tahu pasti itu capek banget.
Ibu.... wanita tercantik yang terhebat yang gue lihat.
gue rasa tulisan ini pun gak akan bisa dan gak akan cukup untuk gue ceritain bagaimana nyokap gue yang teramat gue cintai. :*
dan ini gue dan nyokap gue ....
dan ada beberapa foto gue, nyoakp,adik, dan bokap..















oohhhh... love so much my family :*


Minggu, 01 April 2012

GEMBELERS

Diposting oleh fafaririlala di 22.32 0 komentar
Hey ! Siang ini gue mau lanjut cerita. Yup !! That's right still story about "ZAS dan GEMBELERS".
Lanjut cerita gue... Ini tentang GEMBELERS :)
"GEMBELERS" singkat kata nama itu berasal dari gue dulu yang sering manggil orang dengan sebutan "GEMBEL" dan lama kelamaan nama itu melekat pada salah satu orang dia, panggil aja Puput hehehe.. Sebenarna kami hanya sekumpulan orang yang sering belajar sama main bareng yang GOKIL hahahahah.
Gembelers ini ada Ayu(dyu) dia itu orang yang tampangnya ngajak ribut banget breeee hahahaha tapi sumpah paling koplak apalagi kalau lagi bercanda dan dia itu termasuk anak yaaaa yang lumayan encer lah otaknya, tapi jujur gue paling gak bisa liat mukanya kalau lagi canda2 "sorry yu, gue cerita apa adanya, hehehe"
           Puput dan Dea yaaa mereka berdua itu salah satu yang termasuk dalam gembelers yang kebanyak hampir semua dan rata2 orangnya gila sama stres semua, merek aberdua juga satu temen gue dalam ekschool basket disekolah, mereka berdua juga sama koplaknya sama si Dyu hihihi
Tapi beda sama si puput ini, oke ! Dia punya tampang sangar tapi hati cewek banget huahahahah dan Dea.. hmm dia itu paling beda di gembelers menurut gue, dia orang yang terjaim dan lumayan kalem yang gak blakblakan kayak yang lain tapi tetep kadang gila juga kalau lagi ngumpul tapi kebanykan galaunya hmm "Sabar de, percintaan remaja itu emang rumit (⌣́_⌣̀)\('́⌣'̀ ) ". hmm persingkat lagi tetang gembelers, kami ini sekelompok manusia stres yang beranggotakan 9 (sembilan) dan yang lebih tepatnya sembilan orang gokil hahahah
Sekarang giliran Tiwi huahahahaha T I W I yup tiwi adalah anak remaja yaitu pastinya bagian dari gemebelers dan orang yang TELMI nya gak ketulungan di gembelers ini "Tuhaaannnn tolong buat tiwi sembuh dari telminya (⌣́_⌣̀)" dan gak kalah lagi sama si Ramadanti Prabasari Prasetyaningrum coba aja lo liat itu nama panjangnya gimana??? ckck, dan si Danti ini.. yup ! panggil aja dia Danti heheheh dia gak kalah TELMI sama si tiwi , tapi bedanya dia kalau LAPAR telminya malah lebihlebih dan tetapi kalo udah kenyang malah lebih telmi, dan dia ini punya kebiasaan yang buruk tapi asik hahaha sering telat dan bukan menit lagi telatnya bisa sampai berjamjam.. "duhduhduh danti -________-" dan gak jauh beda sama si Putri ini nih yang buat gue sedih (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎ si Putri ini pun telminya ya Allah gak ketulungan... Emang iya !!! Mereka bertiga adalah TITELMI (Tiga Telmi).
Mutya dan Fenni hmm heheheh mereka juga bagian dari gemebelers looohhhh hehehe yang menurut gue mereka itu lumayan dewasa, kalau lagi curhat sama MUTYA berasa curhat sama IBU sendiri terlebih sama FENNI dia juga sama sering kasih masukan2 yang masuk akal hihihi
tapi jangan salah walau kita rada2, kita ini termasuk murid2 yang berprestasi looohhh hihihi
Dan yang terakhir di Gembelers hehehe yaaaa itu udah pasti gue Farilla Novizri ...
gue beruntung punya temen2 kayak gembelers ini, yang selalu ada kalau lagi galau contohnya masalah yang ada pada diri gue yang ternyata bukan gue aja yang alami itu semua ternyata dibalik muka gembelers yang selalu sumringah banyak masalah yang so person banget buat disimpan diri sendiri tentunya , tapi itu semua bukan beban sendiri2 sekarang ini beban kami, beban para gemebelers dan hanya gembelers yang tau hehehe dan bukan galau aja kalau lagi seneng juga da kok, dan senengnya juga karna mereka hihihi
dan yang buat gue seneng adalah kalian tau kan pasti sekolah? "hell for us" hahahaha pasti sebagian murid berpikiran gitu bahkan bukan sebagian tapi hampir keseluruhan. Tapi buat gue NO dan nggak sama sekali karna setiap berangkat sekolah gue selalu mikir "gue punya banyak temen yang akan hibur gue disana dan yang pasti gak akan gue dapetin dirumah". Dan buat gue sendiri tepatnya karakter gue hmmm gue gak tahuuu heheh bukan gue yang menilai tapi kalian (orang lain) tapi banyak yang bolang gue galak huhuhu
Tapi sumpah gue saaaaaaaayyyyyyaaaaanggggg banget sama kalian, bukan apa2 tanpa kalian, menurut gue tanpa teman tanpa sahabat yang support kita tiap saat itu hampa banget . Love you so much (˘⌣˘)ε˘`) heheheeh ini dia cerita gue tetang Gembelers tersayang.
 

amazing fafaririlala's world Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei